Artikel

30 May 2013

Pendapat

Pendapat Anda?

Sinar Harian

Sementara barisan Exco Kerajaan Negeri Selangor baru dilantik, Menteri Besarnya, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim menegaskan akan meneruskan deklarasi yang telah dilakukan sebelum ini termasuk pengisytiharan harta selepas menjawat jawatan dalam pentadbiran negeri.

Menurutnya, setiap penambahan aset semasa Exco tersebut ketika mula bertugas akan dilaporkan termasuk Exco baru dan lama.

Beliau yang juga Adun Pelabuhan Klang berkata, perkara itu akan dilakukan sebelum sidang Dun yang pertama bermula pada 28 Jun depan.

“…21 Jun akan adakan satu upacara angkat sumpah di Dewan, angkat sumpah tersebut  menentukan Speaker, Timbalan Speaker dan juga setiap Adun dikehendaki mengangkat sumpah pada hari tersebut.

“Saya ingat yang pengting adalah Exco dahulu, sebab ia bukan sahaja mempunyai tugas yang dipanggil tugas eksekutif,” katanya pada pemberita di Istana Alam Shah, di sini, hari ini selepas istiadat mengangkat sumpah Exco Kerajaan Negeri Selangor.

Selain Selangor, Negeri Sembilan juga mengambil langkah sama dengan meminta kesemua Exconya melakukan pengisytiharan harta.

Perkara itu dinyatakan oleh Menteri Besarnya, Datuk Seri Mohamad Hasan yang memberikan tempoh sebulan bermula 22 Mei lalu untuk mengisytiharkan aset masing-masing.

Sehari sebelumnya, Panel Perundingan dan Pencegahan Rasuah Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) menyarankan semua wakil rakyat di Parlimen dan Dun supaya mengisytihar aset setiap tiga tahun.

Ia bagi memastikan integriti pentadbiran negeri di samping mengatasi soal keraguan sepanjang tempoh menjadi wakil rakyat.

25 February 2013

Pendapat

Pendapat Anda?

Malaysiakini

Pakatan Rakyat has unveiled its election manifesto, entitled ‘Manifesto Rakyat: Pakatan Harapan Rakyat’ (The People’s Manifesto: Pakatan the hope of the people) to capture the attention of 13 million voters by pledging to reduce their financial burden, among other promises.

In tabling the manifesto at a Pakatan convention today, PKR director of strategy Rafizi Ramli said the coalition intends to eliminate monopolies and to raise tax exemption to RM4,000 compared to RM2,500 at present.

The coalition will also, within a day of coming to federal power, abolish the highly controversial rare earths refining project in Pahang, review the petrochemical hub project in Johor, review certain dam projects in Sarawak and also review environmental laws including those on logging.

“We will remove monopolies … we will renegotiate with independent power producers and disband 1Malaysia Development Bhd which serves the agenda of Prime Minister Najib Abdul Razak and his wife Rosmah Mansor,” he said in tabling the first section of the manifesto.

The manifesto is divided into four sections – the people’s economy, people’ welfare, government for the people and fulfilling people’s aspirations.

23 January 2013

Pendapat

Pendapat Anda?

23 January 2013

Pendapat

Pendapat Anda?

19 January 2013

Pendapat

Pendapat Anda?

Malaysiakini

Ketua Pembangkang, Datuk Seri Anwar Ibrahim menuntut penjelasan Suruhanjaya Pilihanraya (SPR) sama ada modus operandi untuk memberikan kewarganegaraan dan hak mengundi, seperti yang didedahkan dalam siasatan suruhanjaya diraja (RCI) mengenai pendatang di Sabah, juga berlaku di Selangor .

Beliau berkata, kerajaan negeri Selangor telah menjalankan kajiselidik mengenai pengundi baru di negeri itu pada suku keempat tahun 2011, dan terdapat kira-kira 134,000 pengundi baru yang tidak dapat dikesan.

Anwar bertanya adakah mereka ini tergolong di bawah kategori yang sama seperti yang dijelaskan dalam RCI.

“Kita perlu respons segera dari SPR, kerana ia telah berlaku pada masa lalu dan kami mempunyai bukti untuk menyokong hujah tersebut.

“Bolehkah kita mendapatkan jaminan mutlak daripada SPR bahawa ini tidak akan berlaku?” Beliau mempersoalkan semasa sidang akhbar hari ini.

13 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Dari Kompasiana

Oleh Zulfikar Akbar

Kasus penghinaan terhadap mantan Presiden Indonesia,  B.J Habibie oleh bekas Menteri Penerangan Malaysia, Zainuddin bin Maidin masih gencar dibahas media. Tak hanya di Indonesia karena dikait-kaitkan dengan harga diri bangsa, tetapi juga di negeri jiran itu sendiri. Atas alasan itu pula, saya mengontak langsung Datuk Anwar via email pribadi yang kebetulan saya miliki—sebagian hasil dari surat-menyurat via elektronik tersebut sudah saya ulas ditulisan sebelumnya.

Persis menjelang tengah malam, pertanyaan-pertanyaan yang saya kirimkan pada Anwar Ibrahim mendapat balasan tambahan. Menyusul, sebelumnya email-email saya kepada eks Wakil Perdana Menteri itu sudah lebih dulu dijawab. Saya mencoba membacanya dengan teliti. Tercenung, berpikir bahwa jika memang kasus ini dianggap serius oleh kalangan pemerintah Indonesia maka surat yang dikirimkan ke saya juga merupakan sesuatu yang tak kalah serius.

Dalam surat-surat balasan itu, Anwar memberikan pernyataannya—saya sesuaibahasakan,  ”Saya menanggapi serangan buruk Zainudin Maidin kepada mantan Presiden Indonesia, Yang Terhormat Bapak BJ Habibie, seperti yang diterbitkan kemarin oleh Utusan Malaysia,” ujarnya sambil menggarisbawahi bahwa media dimaksud merupakan surat kabar milik UMNO.

“Memang, tulisan Zainudin Maidin sangat dangkal. Ia jelas mewakili para elit UMNO yang kerap berprasangka buruk terhadap negara Indonesia. Jika menelusuri latar belakang Zainudin; ia adalah bekas editor surat kabar Utusan Malaysia milik UMNO. Dia juga mantan menteri penerangan. Ia sering menunjuk serampangan dan kerap menuduh siapa saja yang tak sejalan dengan UMNO sebagai ‘pengkhianat’,” demikian isi lebih lanjut dari pernyataan Anwar Ibrahim, masih di email yang sama.

Lebih jauh, tokoh yang menjabat sebagai wakil perdana menteri dari 1993 sampai dengan 1998 itu, menyebutkan pula, Zainudin merupakan satu-satunya menteri yang gagal dalam pemilihan umum lalu. Dari sana, Anwar mensinyalir lewat pernyataannya, “Bisa dipahami, bahwa motifnya adalah perasaan tak menerima sekaligus dendam sehingga melakukan serangan separah ini,” begitu ditegaskan sosok yang pernah juga menjadi tokoh penting UMNO dari 1982-1998 itu.

Namun, dikatakan pula oleh Datuk Anwar Ibrahim, “Idealnya, sikap Zainudin tidak perlu dilayani, pasalnya ia sama sekali tidak mewakili masyarakat Malaysia. Zainudin adalah sosok arogan dan rasis. Sikapnya itu pula yang merupakan salah satu penyebab tercetusnya krisis bilateral antara Malaysia-Indonesia,” ujarnya menambahkan.

***

Kepada saya, Anwar juga mengirimkan pernyataan-pernyataan dari YB Mohamed Azmin. Sosok yang disebut terakhir ini merupakan Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat. Di sana, Mohamed Azmin menyebutkan, “Persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia berlandaskan kepada ikatan persaudaraan serumpun yang akrab dari sudut budaya dan bahkan agama. Hubungan kedua negara ini adalah manifestasi dari sikap saling hormat-menghormati. Juga, kesadaran bahwa kita punya akar budaya yang mengikat antar satu sama lain di samping faktor ekonomi,” tokoh partai ternama Malaysia  itu membuka pengantar suratnya.

Sosok yang pernah menimba ilmu non-degree dari Oxford University 1997 itu juga menyebut, ia tak heran dengan agitasi dari Zainudin Maidin terhadap mantan presiden Indonesia, B.J Habibie dan Datuk Seri Anwar Ibrahim. Menurutnya, itu tidak lepas dari kebesaran nama Zainudin yang diangkat oleh Utusan Malaysia. Harian tersebut, menurutnya, tak lebih sebagai media picisan yang mencoba memengaruhi pikiran rakyat dengan cara intelek, tapi kerap mengumbar fitnah.

“Tidak keliru kalau kami menyebut bahwa Zainudin Maidin sedang mengidap Sklerosis Intelek yang kronis, seperti halnya pimpinan UMNO lainnya,” Mohamed memberikan kecaman kerasnya, sambil juga menambahkan, “Pernyataan-pernyataannya itu adalah budaya yang dipandang lazim di kalangan UMNO. Mereka tidak segan-segan menyerang pribadi dan menabur fitnah tanpa tanggung-tanggung. Lebih memalukan lagi, Zainudin Maidin memperlihatkan prasangka busuk pimpinan UMNO terhadap negara Indonesia.”

Atas alasan itu, wakil presiden partai tersebut menegaskan lagi, “Partai Keadilan Rakyat mengecam keras pernyataan Zainudin Maidin yang kian mempersulit hubungan Malaysia dengan Indonesia,” demikian paparnya.

Memuji Habibie

Di surat elektronik lainnya yang dikirimkan langsung ke alamat email pribadi saya, Mohamed Azmin Ali juga memberikan pujian kepada B.J Habibie. Menurutnya, Habibie merupakan seorang reformis dan intelektual bangsa. Dikatakannya pula, mantan presiden tersebut juga merupakan sosok yang membawa negara ke sebuah sistem yang demokratik dengan memerdekakan rakyat dari belenggu pemikiran dan hegemoni yang sempit.

“(Bagi saya) Habibie merupakan seorang negarawan. Beliau juga seorang yang peduli rakyat dan memiliki semangat solidaritas yang luhur. Saya sudah melihat langsung seperti apa Bapak B.J Habibie dan isterinya, Alm. Ibu Ainun begitu prihatin saat Datuk Seri Anwar menjalani perawatan di Munich, Jerman pada tahun 2004. Ini cukup memperjelas, betapa akrab hubungan kedua tokoh tersebut. Itu bertujuan juga untuk memperkokoh hubungan Malaysia dan Indonesia,” ia menandaskan.

13 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

6 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

5 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Dari Blog Sharpshooter

Rakyat wajib ajar dan tolak budaya samseng puak-puak umporno dan b-end pada PRU 13 akan datang. Mereka ibarat lembu yang akan disembelih….Batu sebesar ini dilemparkan oleh samseng umporno…

Puak-puak upahan/samseng umporno/b-end datang membuat kacau dengan membaling batu dan objek keras ke atas orang ramai di tapak ceramah merdeka rakyat di gombak! seorang pendengar ceramah telah ditikam di bahu beliau!

Ketua cawangan PAS Air Panas, Gombak cedera dikepala selepas terkena balingan pasu. InsyaAllah esok, laporan polis akan dibuat. Kami akan dedahkan lebih banyak bukti. Terus bersama kami. Hancur samseng lembu umporno

 

Kesan darah pada baju mangsa lantaran kesamsengan Umno
Cedera di bahu.

27 November 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Malaysiakini

Seorang peguam Perancis yang mewakili NGO hak asasi manusia, Suaram, berkata para hakim Perancis yang menyiasat skandal Scorpene, tidak mempunyai pilihan tetapi akan menggabungkan perbicaraan pembunuhan warganegara Mongolia, Altantuya Shaariibuu, dalam siasatan mereka.

“… mereka sudah pasti akan menelitinya,” kata Apoline Cagnat , di majlis taklimat untuk ahli Parlimen Malaysia di Singapura hari ini.

Walaupun pembunuhan Altantuya bukan merupakan elemen paling kritikal dalam siasatan tersebut – yang memberi tumpuan kepada dakwaan pembayaran komisen dalam perolehan dua kapal selam kelas Scorpene oleh Malaysia – tetapi ia adalah salah satu aspek utama, kata Cagnat.

Oleh itu, beliau percaya dua hakim penyiasat akan meminta nota prosiding perbicaraan kes pembunuhan itu, di mana dua anggota keselamatan, telah disabitkan dengan kesalahan membunuh Altantuya.

21 November 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Keadilan Daily

Pimpinan Umno BN sibuk menjaja istilah Islamik untuk mengaburi kecurangan dan penyelewengan yang mereka lakukan selama ini, kata Datuk Seri Anwar Ibrahim.

“Bila buat sambutan Maal Hijrah, bersyarah tentang wasatiyah. Dalam masa sama, kontrak, balak, hilang. Beri pada keluarga dan kroni. Masalah ekonomi tak selesai.

“Nak jadi pemimpin kena berani. Usul kecam serangan Israel terhadap Gaza di Parlimen tapi Najib tak berani sebut nama Amerika dan Obama?.

“Jumpa Obama takut, Sebut nama Amerika takut. Balik rumah pun takut?” katanya disambut gelak tawa hadirin.

Ketua Umum KEADILAN itu berkata demikian depan 5,000 orang pada ceramah Merdeka Rakyat di padang awam Kampung Setia Tasik Biru, Kuang, malam tadi.

Turut hadir Ahli Parlimen Selayang, William Leong, Ahli Parlimen Shah Alam, Khalid Samad dan Adun Rawang Gan Pei Nei.

Anwar turut menyingkap semula peristiwa Hijrah Rasulullah saw dari Madinah ke Mekah betapa perubahan di negara ini hanya akan berlaku apabila seluruh lapisan rakyat memainkan peranan.

“Bukan hanya di kalangan pimpinan, paling utama ialah persiapan di kalangan rakyat. Dalam hijrah Nabi ada disebut, peranan anak muda iaitu (Saidina) Ali.

“Kerana anak muda bencikan rasuah dan mahu lakukan sesuatu untuk membela nasib keluarga dan ibu bapa.

“Begitu juga di kalangan wanita. Terakam dalam Baiah al-Nisa’ selepas perjanjian Aqabah melalui peranan Asma’ Abu Bakar.

“Fungsi wanita kritikal dan sentral dalam melakukan hijrah. Asma’ Abu Bakar, meskipun ketika peristiwa Hijrah mengandung tujuh bulan, masih mampu memainkan peranan.

“Begitu juga orang bukan Islam. Antaranya Abdullah Ibnu Uraiqith yang menjadi pemandu laluan menuju ke Mekah dalam peristiwa Hijrah.

“Sebagai pimpinan, kita datang bagi merai orang bukan Islam. Yang dimainkan Umno ialah pluralisme agama sedangkan dia sendiri tidak faham.

“Nabi Muhammad anggap Abdullah (Ibnu Uraiqith) sebagai orang yang boleh dipercayai dalam pasukan.

“Jadi apa isunya? Isunya tentang nilai dan kebaikan. Akhlak yang menjadi contoh dan teladan,” katanya.

21 November 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

From : ABC.Net

 

Click: Listen to Tony Eastley’s full interview with Anwar Ibrahim

TONY EASTLEY: In Malaysia, Anwar Ibrahim, leader of the largest opposition party, is so worried about corruption in the next general election, he’s passed a handwritten note to Australia’s Foreign Minister Bob Carr asking for help.

He says Australia regularly calls for countries to conduct free and fair elections and that should apply to Malaysia and its ruling party, UMNO.

It comes at a delicate time for Australia as it seeks Malaysia’s help to process asylum seeker arrivals.

A Malaysian election is due to be held sometime next year but there’s widespread speculation the government will go early.

Sixty five-year-old Mr Anwar says he’s uncovered evidence and produced it in parliament which reveals fake voter registrations and a host of other anomalies.

I spoke by telephone to Mr Anwar in Kuala Lumpur last night.

Anwar Ibrahim, welcome to AM. You have fears that the election will be fraudulent and that it won’t reflect the will of the Malaysian people. What evidence do you have to back this?

ANWAR IBRAHIM: We have produced and submitted specific evidence based on the electoral role prepared by the election commission where we showed a few hundred thousand people who are ineligible to vote, not allowed to vote, or some who are not eligible, who are 12 years old or two years old, in the electoral list.

Yesterday the election commission in a private discussion with the members of parliament admitted they were at fault.

TONY EASTLEY: These voter inconsistencies you mention – false names, underage voters and ghost voters – who is behind this alleged rigging?

ANWAR IBRAHIM: Well election commission is supposed to be independent. But right now of course they, in their statement, in their public announcement, seem to represent the ruling UMNO party.

But one of the other major demands – there’s not one minute access to the mainstream media. So how can election commission consider this fair elections when the opposition has been denied even one minute of air time?

TONY EASTLEY: Why do you think the election commission is operating and doing what it is?

ANWAR IBRAHIM: Well they are political appointees and they are, many of them we have actually produced evidence they’re even card carrying members of the ruling party, which runs contrary to the requirements of the law of the commission.

TONY EASTLEY: What can Australia do to ensure a free and fair election?

ANWAR IBRAHIM: Well in my note to Minister Bob Carr and my discussions earlier with Kevin Rudd I said look, you talk about free elections in Afghanistan and Iraq – why are we rather muted when it comes to free, fair elections in Malaysia?

I’m not asking you to intervene beyond that. Why are you now talking about the need for free elections in Burma and not saying anything about neighbouring countries?

TONY EASTLEY: Why do you think that is?

ANWAR IBRAHIM: (Laughs) I’m not probing the immigration or (inaudible) subject. But…

TONY EASTLEY: You are no doubt aware that Australia is or has been negotiating with Malaysia over a regional asylum seeker policy. Relations are at a tense or critical point aren’t they?

ANWAR IBRAHIM: Yeah, yeah. And my explanation in my full conversations with Minister Bob Carr I say look, why do we raise? Because the only explanation given by the minister of home affairs in this country is we are in the midst of finalising an agreement. And nothing – no detail, information or agreement has been given to Malaysians. I mean, so I say we have every reason to question this regimen.

TONY EASTLEY: Malaysia’s de facto opposition leader, Anwar Ibrahim.

Switch to our mobile site